Bismillahhirrahmannirrahim…semoga
tulisan ini bermanfaat J
Tulisan
ini akan mengulas tentang langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk berikhtiar
supaya mampu menjawab dan meyakinkan interviewer pada saat tes wawancara LPDP. Langkah-langkah
tersebut berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Harapannya, semoga bermanfaat
dan sukses menjadi awardee LPDP. Amiin
Tips
wawancara LPDP:
Untuk
mendapatkan beasiswa LPDP, terdapat 2 tahapan yakni tahap seleksi dokumen dan
tes substansi. Pada tahap seleksi dokumen, kita hanya menunggu pengumuman
kelulusan setelah kita mengunggah segala persyaratan yang diminta. Setelah
lulus, baru kita bisa mengikuti tahapan tes substansi.
Tes substansi terdiri dari 3
tahapan, yaitu writing on the spot, FGD (Focus Group Discussion), dan
wawancara. Pada saat mengikuti tes writing on the spot, kita disuruh menuliskan
pemikiran kita tentang suatu topik tertentu yang diberikan. Kita dibagikan
selembar kertas polio. Kemudian memilih satu topik dari dua yang disediakan.
Lalu menuliskan ide dan gagasan kita mengenai topik tersebut. Langkah yang
biasa ditempuh sebelum melaksanakan tahapan ini ialah sering-seringlah meng up
date berita terhangat, lalu cobalah menuliskan pendapat anda dalam selembar
kertas polio. Waktu yang diberikan dalam writing on the spot ialah 30 menit.
Setelah selesai, dilanjutkan tahapan selanjutnya, yaitu FGD.
Dalam FGD, kita dibagi ke dalam
beberapa kelompok. Satu kelompok biasanya terdiri dari 8 hingga 10 orang. Dalam
tahapan ini, kita dinilai langsung oleh 3 orang penilai, yang akan menilai
kemampuan kita dalam mengungkapkan pendapat, menanggapai pendapat teman, dan
cara kita menyampaikan pendapat kita ketika kita tidak setuju terhadap pendapat
yang lain. Langkah yang bisa dilakukan sebelum menjalani tes ini, biasanya
sering-seringlah meng up date berita terbaru, kemudian coba diskusikan dengan
rekan anda. insyaAllah, ini ikhtiar yang bisa kita lakukan. Jangan lupa
berdo’a. J
Tahapan terakhir yang dilakukan
dalam tes substansi ialah tes wawancara. Tes ini merupakan tes penentu, karena
kita diuji secara langsung oleh 3 orang ahli pada bidangnya yang akan
menanyakan segala hal tentang kita. Tiga orang ahli tersebut terdiri dari 1
orang psikolog, 1 orang dari kementerian keuangan, dan satu lagi berasal dari
bidang yang kita inginkan (misalnya, ahli bahasa, jika bidang yang kita ambil
bahasa; ahli matematika, jika bidang yang kita ambil matematika, dsb).
Tes wawancara tersebut memakan waktu
sekitar 30 hingga 45 menit. Hal-hal yang ditanyakan antara lain mengenai diri
kita, kadang juga keluarga, serta alasan kita mengambil jurusan A di
universitas B, mengapa tidak di C, dan lain-lain (bisa dalam bahasa inggris
ataupun campur dengan bahasa Indonesia). Hal tersebut ditanyakan oleh psikolog.
Kemudian, pertanyaan yang diajukan oleh orang kementerian keuangan mengenai CV
yang kita masukkan dalam tes dokumen yang kita unggah pada saat daftar dulu.
Ditanyakan kebenarannya. Selanjutnya, hal yang ditanyakan oleh interviewer yang
merupakan ahli dalam bidang tertentu (sesuai bidang yang kita ambil) ialah
tentang alasan mengapa mengambil jurusan A, dan berbagai alasan-alasan lain.
Pengalaman penulis, saat ditanya oleh interviewer ahli bidang bahasa waktu itu,
ditanyakan mengenai skripsi (seperti ujian skripsi). Oleh karena itu, kalau
boleh kasi saran kuasai skripsi kita, maksudnya jangan sampai melupakannya
secara total. hee
Setelah ikhtiar-ikhtiar tersebut
dilakukan, plus diimbangi berdo’a, insyaAllah lulus menjadi awardee beasiswa
LPDP. Satu rahasia yang penulis lakukan ialah sebelum melakukan apapun dalam
setiap tahapan seleksi, penulis selalu menghubungi orang tua, baik menelpon
maupun mengirimkan pesan singkat. InsyaAllah ridho orangtua, ridho-Nya Allah
juga. Amiin J Semoga tulisan ini
bermanfaat yaa….Selamat mencoba J
By:
Farida JK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar