Jumat, 14 Juli 2017

Meraih LPDP, Menggapai Mimpi, Bermanfaat bagi Masyarakat

Bismillahhirrahmannirrahim…semoga tulisan ini bermanfaat J
Tulisan ini akan mengulas tentang langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk berikhtiar supaya mampu menjawab dan meyakinkan interviewer pada saat tes wawancara LPDP. Langkah-langkah tersebut berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Harapannya, semoga bermanfaat dan sukses menjadi awardee LPDP. Amiin
Tips wawancara LPDP:
Untuk mendapatkan beasiswa LPDP, terdapat 2 tahapan yakni tahap seleksi dokumen dan tes substansi. Pada tahap seleksi dokumen, kita hanya menunggu pengumuman kelulusan setelah kita mengunggah segala persyaratan yang diminta. Setelah lulus, baru kita bisa mengikuti tahapan tes substansi.
            Tes substansi terdiri dari 3 tahapan, yaitu writing on the spot, FGD (Focus Group Discussion), dan wawancara. Pada saat mengikuti tes writing on the spot, kita disuruh menuliskan pemikiran kita tentang suatu topik tertentu yang diberikan. Kita dibagikan selembar kertas polio. Kemudian memilih satu topik dari dua yang disediakan. Lalu menuliskan ide dan gagasan kita mengenai topik tersebut. Langkah yang biasa ditempuh sebelum melaksanakan tahapan ini ialah sering-seringlah meng up date berita terhangat, lalu cobalah menuliskan pendapat anda dalam selembar kertas polio. Waktu yang diberikan dalam writing on the spot ialah 30 menit. Setelah selesai, dilanjutkan tahapan selanjutnya, yaitu FGD.
            Dalam FGD, kita dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok biasanya terdiri dari 8 hingga 10 orang. Dalam tahapan ini, kita dinilai langsung oleh 3 orang penilai, yang akan menilai kemampuan kita dalam mengungkapkan pendapat, menanggapai pendapat teman, dan cara kita menyampaikan pendapat kita ketika kita tidak setuju terhadap pendapat yang lain. Langkah yang bisa dilakukan sebelum menjalani tes ini, biasanya sering-seringlah meng up date berita terbaru, kemudian coba diskusikan dengan rekan anda. insyaAllah, ini ikhtiar yang bisa kita lakukan. Jangan lupa berdo’a. J
            Tahapan terakhir yang dilakukan dalam tes substansi ialah tes wawancara. Tes ini merupakan tes penentu, karena kita diuji secara langsung oleh 3 orang ahli pada bidangnya yang akan menanyakan segala hal tentang kita. Tiga orang ahli tersebut terdiri dari 1 orang psikolog, 1 orang dari kementerian keuangan, dan satu lagi berasal dari bidang yang kita inginkan (misalnya, ahli bahasa, jika bidang yang kita ambil bahasa; ahli matematika, jika bidang yang kita ambil matematika, dsb).
            Tes wawancara tersebut memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Hal-hal yang ditanyakan antara lain mengenai diri kita, kadang juga keluarga, serta alasan kita mengambil jurusan A di universitas B, mengapa tidak di C, dan lain-lain (bisa dalam bahasa inggris ataupun campur dengan bahasa Indonesia). Hal tersebut ditanyakan oleh psikolog. Kemudian, pertanyaan yang diajukan oleh orang kementerian keuangan mengenai CV yang kita masukkan dalam tes dokumen yang kita unggah pada saat daftar dulu. Ditanyakan kebenarannya. Selanjutnya, hal yang ditanyakan oleh interviewer yang merupakan ahli dalam bidang tertentu (sesuai bidang yang kita ambil) ialah tentang alasan mengapa mengambil jurusan A, dan berbagai alasan-alasan lain. Pengalaman penulis, saat ditanya oleh interviewer ahli bidang bahasa waktu itu, ditanyakan mengenai skripsi (seperti ujian skripsi). Oleh karena itu, kalau boleh kasi saran kuasai skripsi kita, maksudnya jangan sampai melupakannya secara total. hee
            Setelah ikhtiar-ikhtiar tersebut dilakukan, plus diimbangi berdo’a, insyaAllah lulus menjadi awardee beasiswa LPDP. Satu rahasia yang penulis lakukan ialah sebelum melakukan apapun dalam setiap tahapan seleksi, penulis selalu menghubungi orang tua, baik menelpon maupun mengirimkan pesan singkat. InsyaAllah ridho orangtua, ridho-Nya Allah juga. Amiin J Semoga tulisan ini bermanfaat yaa….Selamat mencoba J

By: Farida JK


Minggu, 09 April 2017

M2IQ (MUSABAQAH MENULIS ILMIAH AL-QUR'AN)

Apa itu M2IQ?

M2IQ (Musabaqah Menulis Ilmiah Qur’an) adalah salah satu cabang dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) yang melombakan penulisan karya tulis ilmiah dengan tema yang dikupas berdasarkan pandangan al-Qur’an. Seperti karya tulis ilmiah pada umumnya, M2IQ juga dibentuk mulai dari latar belakang masalah, landasan teori, pembahasan, simpulan, hingga daftar pustaka. Bedanya dengan KTI pada umumnya terletak pada landasan teori yang digunakan. Dalam M2IQ, bukan hanya menggunakan landasan teori menurut pakar atau ahli secara umum, tetapi lebih menekankan ayat al-Qur’an sebagai landasan teori utama, yang didukung berbagai penafsiran dan Hadits nabi SAW. So, peserta cabang lomba ini dituntut bukan hanya cerdas secara ilmiah saja, melainkan juga secara ilmu agama. Kereeeeennnnn… 

Bagaimana tata cara lombanya???
Lomba M2IQ terdiri dari 3 babak, babak penyisihan, semi final, dan final. Hari pertama biasanya dilaksanakan babak penyisihan yang memakan waktu selama kurang lebih 9 jam sehari. Pada babak penyisihan menampilkan 1 buah tulisan yang ditulis langsung pada hari itu. Kalau lolos babak penyisihan, dilanjutkan babak semi ginal
Pada babak semifinal, biasanya diadakan pada hari kedua dan menampilkan tulisan yang berbeda dengan tulisan yang pertama. Peserta yang lolos babak ini merupakan peserta yang akan meraih juara 1,2, atau 3 nantinya. alokasi untuk babak penyisihan dikurangi 1 jam yakni menjadi 8 jam dalam sehari. 
Babak terakhir ialah babak final, yakni penentuan juara atau pemenang. Pada babak ini, menampilkan persentasi para peserta tentang tulisan yang kedua. jadi, pada babak ini sudah tidak menulis lagi. tulisan dipersentasikan kemudian diuji dengan beberapa pertanyaan dari dewan hakam yang terdiri dari penguji bidang bahasa (3 orang), penguji bidang logika (3 orang) dan penguji bidang ilmu agama (3 orang). sehingga, dewan hakam tersebut berjumlah 9 orang.
                                           Gb. Juara 1 MTQ Nasional M2IQ Putra (Muhammad Amin)
                                           dan Juara 1 MTQ Nasional M2IQ Putri (Farida Jaeka) 2016, NTB

Gb. Peserta Babak Semifinal M2IQ pada MTQ Nasional 2016, NTB